Kiat Sukses Menghadapi Anak Picky Eater

Home / Gaya Hidup / Kiat Sukses Menghadapi Anak Picky Eater
Kiat Sukses Menghadapi Anak Picky Eater ILUSTRASI - Anak Picky Eater. (FOTO: Shutterstock)

TIMESMADIUN, JAKARTA – Memilih makanan atau picky eater sebenarnya hal umum yang dialami oleh anak-anak. Gejala anak picky eater mudah sekali dikenali. Mulai dari menutup mulut saat diberi makan, mengalihkan sendok bahkan hingga memberontak saat diberi makan. Apalagi terhadap menu makanan sehat seperti sayur dan buah, yang seringkali kalah dengan makanan instan, seperti mie atau biskuit.

Jangan biarkan kebiasaan ini berlangsung lama. Hal ini bisa membuat anak kekurangan nutrisi. Untuk mengatasi picky eater ini, berikut beberapa kiat berikut.

1. Kenalkan menu baru

Kenalkan anak dengan menu baru yang beragam. Si picky eater mungkin hanya akan mencicip sedikit dan memuntahkannya. Hargai atas usahanya untuk mencoba makanan yang baru dikenalnya tersebut. Perlahan anak akan menyukai makanan baru tersebut.

2. Kreasi makanan unik

Buatkan bentuk makanan-makanan yang unik di atas meja makan, sehingga si kecil akan tertarik untuk memakannya. Misalkan saja suguhkan tumis brokoli, wortel, dan cumi segar.

Kombinasi warna hijau, orange, putih dan tambahkan hiasan cabe merah besar iris diatasnya dan bentuk menyerupai kartun kesukaannya, hal ini akan membuat si kecil semakin tertarik.

3. Biasakan makan bersama

Si picky eater biasanya akan tertarik jika melihat orang sekitarnya makan bersama. Walaupun awalnya ia terlihat ogah-ogahan saat diajak makan, lama-kelamaan ia akan mendekat dan mungkin akan mencoba dengan minta sesuap.

Jika mereka merasakan menu yang dimakan terasa enak, mereka akan meneruskan untuk minta suap lagi atau bahkan minta diambilkan untuk makan sendiri.

4. Jangan terlalu memaksa

Saat si picky eater mengalihkan kepalanya dari suapan, itu artinya ia sudah menjelaskan bahwa ia sudah merasa kenyang. Meski nampaknya sangat sedikit percayalah bahwa anak sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Jika si picky eater menolak secara spesifik pada satu jenis makanan, mungkin saja ia memang belum bisa menyukainya. Hal ini bukan alasan untuk memaksakan pada si kecil. Berikanlah makanan sehat yang ia sukai dengan jumlah yang lebih banyak, sambil tetap sediakan variasi jenis makanan baru lainnya untuk diperkenalkan pada anak. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com