Hagia Sophia Kembali jadi Masjid, Erdogan: Pintu Terbuka untuk Muslim dan non-Muslim

Home / Berita / Hagia Sophia Kembali jadi Masjid, Erdogan: Pintu Terbuka untuk Muslim dan non-Muslim
Hagia Sophia Kembali jadi Masjid, Erdogan: Pintu Terbuka untuk Muslim dan non-Muslim Hagia Sophia yang sebelumnya adalah museum kita kembali menjadi masjid. (FOTO: Britannica)

TIMESMADIUN, JAKARTA – Kabar bersejarah kembali terjadi Turki, itu setelah Presiden Turki yakni Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Hagia Sophia di Istanbul adalah masjid pada Jumat (10/7/2020) kemarin. Hal itu setelah pengadilan tinggi memutuskan pengalihan bangunan kuno menjadi museum adalah ilegal.

Meski telah dinilai mengesampingkan peringatan internasional untuk tidak mengubah status bangunan berusia hampir 1.500 tahun yang dihormati oleh orang Kristen dan Muslim itu. Akan tetapi Presiden Turki yang menjabat sejak 2014 itu tetap berani menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat kemarin, hanya beberapa jam setelah putusan pengadilan diterbitkan.

"Dengan putusan pengadilan ini, dan dengan langkah-langkah yang kami ambil sejalan dengan keputusan itu, Hagia Sophia menjadi masjid lagi, setelah 86 tahun, seperti yang diinginkan Fatih, penakluk Istanbul," kata Erdogan dalam pidato nasional, dilansir dari Reuters, Sabtu (11/7/2020).

Erdogan juga menyinggung soal sejarah pada saat-saat kritis Kekaisaran Bizantium dan pendiri republik modern. Dia mengatakan, Turki sekarang dapat meninggalkan sumpah Allah, keuntungan dan malaikat, sebagaimana yang dikatakan Fatih, Sultan Ottoman Mehmet II, yang menyebut ketiganya akan menyertai siapa saja yang mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

"Seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka untuk semua, penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim," kata Erdogan.

Menyikapi hal tersebut, Amerika Serikat, Rusia, dan para pemimpin gereja termasuk yang menyatakan keprihatinan tentang pengalihan status Situs Warisan Dunia UNESCO itu. Apalagi Hagia Sophia merupakan titik fokus dari kekaisaran Byzantium Kristen dan Kekaisaran Ottoman Muslim. Sekarang menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Kementerian kebudayaan Yunani menggambarkan keputusan pengadilan sebagai provokasi terbuka bagi dunia yang beradab, sementara UNESCO mengatakan menyesal bahwa itu tidak diberitahukan sebelumnya dan sekarang akan meninjau status bangunan.

Saat ini, Departemen Luar Negeri AS juga mendesak Turki mempertahankan bangunan itu sebagai museum. AS juga kecewa dengan keputusan pengalihan status Hagia Sophia menjadi masjid. Tetapi AS berharap Hagia Sophia tetap dapat diakses oleh semua kalangan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com