Survei MarkPlus, Healthcare Konsultasi Kesehatan Digital Mengalami Peningkatan Selama Pandemi COVID-19

Home / Berita / Survei MarkPlus, Healthcare Konsultasi Kesehatan Digital Mengalami Peningkatan Selama Pandemi COVID-19
Survei MarkPlus, Healthcare Konsultasi Kesehatan Digital Mengalami Peningkatan Selama Pandemi COVID-19 Ilustrasi Healthcare Konsultasi Kesehatan (FOTO: Feepik)
Fokus Berita

TIMESMADIUN, SURABAYAMarkPlus, Inc. kembali menghadirkan MarkPlus Industry Roundtable edisi kedua puluh via aplikasi Zoom. Kali ini membahas pemaparan hasil survei cepat soal institusi kesehatan.

Survei ini diikuti oleh 110 responden di seluruh Indonesia selama satu minggu terakhir.

Survei menemukan bahwa konsultasi kesehatan secara digital sangat diminati masyarakat terutama sejak adanya Covid-19. Sebelum pandemi, 31,8 persen responden mengunjungi rumah sakit minimal satu kali selama satu tahun.

Sementara,, sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, ada kecenderungan masyarakat takut untuk mengunjungi institusi kesehatan. “71,8 persen responden mengaku tidak pernah mengunjungi rumah sakit ataupun klinik sejak adanya Covid-19,” ujar Business Analyst MarkPlus, Inc. Rika Nathania Wijaya dalam MarkPlus Industry Roundtable Selasa (30/6/2020) via Zoom.

Sebanyak 64,5 persen responden lebih memilih memulihkan kesehatannya secara mandiri dengan beristirahat dan konsumsi makanan sehat. Mereka menghindari rumah sakit karena dinilai sebagai tempat yang memiliki potensi penyebaran virus Corona.

Sebagai gantinya, konsultasi kesehatan secara digital menjadi pilihan. 65,5 persen responden mengaku menjadi lebih sering berkonsultasi secara digital karena mudahnya konsultasi tanpa harus mengunjungi klinik ataupun rumah sakit.

Selain konsultasi, pembelian obat-obatan oleh responden dilakukan secara online. Sebesar 44,4 persen responden di Jabodetabek melakukan pembelian di e-commerce. “Meskipun begitu 44,6 persen responden di luar Jabodetabek masih melakukan pembelian dengan mengunjungi apotek,” papar Rika.

Platform digital dirasakan sangat bermanfaat oleh para responden, sehingga institusi kesehatan perlu meningkatkan pemanfaatan teknologi tersebut sebagai sarana komunikasi.

Sebesar 50,9 persen responden merasa industri kesehatan sudah melakukan proses komunikasi melalui media sosial dengan 45,5 persen konten informasi mengenai Covid-19 disampaikan secara berkala.

Ke depannya, masyarakat berharap agar institusi kesehatan untuk memperhatikan faktor pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebanyak 61,8 persen responden berharap institusi menyediakan layanan konsultasi secara online, 51,8 persen berharap rumah sakit dan klinik menerapkan protokol kesehatan, dan 46,4 persen mengharapkan adanya platform untuk melakukan pendaftaran secara online.

Selain itu, dari survei MarkPlus tersebut juga memperlihatkan usaha efektif lainnya yang perlu diperhatikan oleh institusi kesehatan adalah menyediakan area pelayanan yang terpisah antara layanan umum dan layanan khusus Covid-19. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com